MAKALAH LITOSFER kelompok 8

KATA PENGANTAR 

Segala puji bagi Allah Yang Maha Tunggal. Rahmat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi yang tidak akan ada Nabi sesudah-Nya, kepada keluarga, sahabat serta orang yang mengikuti petunjuk-Nya. 

Makalah yang sederhana ini disamping untuk menggugurkan kewajiban penyusun dalam mengemban tugas sebagai mahasiswa, makalah ini pun merupakan bentuk ekspresi jiwa penyusun yang ingin mengembangkan lebih dalam lagi potensi dalam diri mengenai pengetahuannya tentang “Bumi dan Perubahannya(Litosfer) dan Gunungapi “Pembahasannya memaparkan mengenai Pengertian Litosfer,Litosfer dalam Al-Quran,Batuan Pembentuk Litosfer, Perubahan Batuan Penyusun Litosfer,Susunan Bumi Teori Pembentukan Kulit Bumi,Siklus Litosfer Bumi,Proses Terjadinya Gunung,Gunung dalam Al-Quran,Bahaya Gunugapi,Jenis-Jenis Gunungapi,Tanda-Tanda Gunungapi akan Meletus,Jenis-Jenis Erupsi,Faedah Gunungapi. Makalah ini disusun sesederhana mungkin agar dapat memudahkan pembaca dalam memahaminya. Penyusun berharap, semoga melalui makalah ini bisa menjadi ladang amal dunia dan akhirat dengan memberikan manfaat kepada para pembaca. 

Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, segala kekurangan dan kesalahan ada pada penyusun. Guna perbaikan makalah yang lebih baik lagi, kritik serta saran senantiasa penyusun harapkan. 





Bandung, Februari 2011 





Penyusun 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR .................................................................................. ... i 

DAFTAR ISI ................................................................................................. .. ii 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang .................................................................................... .. 1 

B. Rumusan Masalah ................................................................................ .. 1 

C. Tujuan dan Manfaat............................................................................. .. 2 

BAB I I 

ISI 

A. Pengertian Litosfer .............................................................................. .. 3 

B. Litosfer dalam Al-Quran...................................................................... .. 3 

C. Batuan Pembentuk Litosfer ................................................................. .. 3 

D. Perubahan Batuan Penyusun Litosfer.................................................. .. 7 

E. Susunan Bumi....................................................................................... .. 8 

F. Teori Terbentuknya Kulit Bumi............................................................ 10 

G. Siklus Litosfer Bumi............................................................................. 12 

H. Proses Terjadinya Gunung.................................................................... 12 

I. Gunung dalam Al-Quran...................................................................... 13 

J. Bahaya Gunungapi............................................................................... 14 

K. Jenis-Jenis Gunungapi.......................................................................... 15 

L. Tanda-Tanda Gunungapi akan Meletus................................................ 15 

M. Jenis-Jenis Erupsi.................................................................................. 16 

N. Faedah Gunungapi............................................................................... 16 

BAB III 

PENUTUP 

Simpulan........................................................................................................... 17 

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 18 







BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah 

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km. 

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya. 

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensyakralkan gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Olympus. Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet. 

B. Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka disimpulkan rumusan masalahnya yaitu: 

1. Deskripsikan pengertian dari litosfer? 

2. Jelaskan kajian Al- quran yang bekaitan dengan litosfer! 

3. Jelaskan batuan pembentuk litosfer dan macam- macamnya! 

4. Sebutkan susunan lapisan bumi! 

5. Jelaskan proses terjadinya gunung dan kajian al- qurannya! 

6. Jelaskan bahayanya gunung api? 





C. Tujuan dan Manfaat 

Tujuan: 

1. Mampu mendeskripsikan perubahan litosfer 

2. Mampu menjelaskan batuan dan macam- macamnya 

3. Mampu menyebutkan lapisan- lapisan bumi! 

4. Mampu menjelaskan proses terjadinya gunung! 

5. Dapat mengetahui bahayanya gunung api. 

6. Mengetahui dan memahami kajian al- quran yang relevan dengan pembahasan 

Manfaat: 

Dapat mengetahui dan memahami ayat- ayat al- quran yang mengkaji tentang pencipataan bumi dan gunung. 





BAB II 

ISI 

A. Pengertian Litosfer 

Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu litos artinya batu dan Sphare berarti bulatan. Secara harfiah litosfer artinya “lapisan batu” (the stone sphere). Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketabahan kurang lebih 1200 km.Ahli- ahli geofisika menggunakan istilah litosfer dalam pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis, disebut kerak (crust). 

B. Litosfer dalam Al-Quran 

Surat Ath-Thalaaq ayat 12 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا 

Artinya:”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” 

C. Batuan Pembentuk Litosfer 

Litosfer tersusun dari tiga macam batuan yaitu Batuan Beku (Igneous Rock), Batuan Sedimen (Sedimentary Rock), Batuan Malihan (Metamorf). Proses terbentuknya ketiga macam batuan tersebut berbeda-beda. Induk dari ketiga macam batuan tersebut adalah magma. Magma adalah larutan silikat yang cair dan pijar yang terdapat di dalam bumi. 

1. Batuan Beku (Igneous Rock) 


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat, dengan sekitar 80% material batuan yang menyusun batuan kerak bumi adalah batuan beku.Berdasarkan tempat terbentuknya magma beku. batuan beku dibagi menjadi tiga macam, yaitu: 

a. Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik) 

Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan-lahan ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. Contoh batuan beku dalam adalah granit, diotit, dan gabbro. 

b. Batuan Beku Gang/Korok 

Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan bumi. Magma yang meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar. Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan beku korok. 

c. Batuan Beku Luar 

Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan bumi (seperti magma hasil letusan gunung berapi). Contoh batuan beku luar adalah basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, batuan apung (bumice). 

Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dibagi 2,yaitu: 

a. Batuan beku mineral ringan 

Tersusun atas mineral-mineral ringan berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga bersifat asam. 

b. Batuan beku mineral berat 

Tersusun atas mineral-mineral berat yang berwarna gelap, sukar pecah, dan kadungan silikatnya sedikit sehingga sifatnya basa. 





2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock) 


Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen. 

Berdasarkan tenaga yang mengendapkan batuan sedimen dibagi 3 yaitu: 

a. Batuan sedimen akuatis: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan. 

b. Batuan sedimen aeolis (aeris): berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin. 

c. Batuan sedimen glasial: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser. 

Berdasarkan tempat pengendapannya batuan sedimen dibagi 5,yaitu : 

a. Batuan sedimen teristris: diendapkan di darat. 

b. Batuan sedimen marine: diendapkan di laut. 

c. Batuan sedimen limnis: diendapkan di danau. 

d. Batuan sedimen fluvial: diendapkan di sungai. 

e. Batuan seidmen glasial: diendapkan di daerah es/gletser. 



Berdasarkan cara pengendapannya batuan sedimen dibagi 3 yaitu: 

a. Batuan sedimen mekanis: diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya. Contohnya batu pasir, tanah liat, konglomerat, breksi. 

b. Batuan sedimen kimiawi: diendapkan secara kimiawi, artinya terjadi perubahan struktur kimia. Contohnya batu kapur, gipsum, gamping. 

c. Batuan sedimen organis: diendapkan lewat kegiatan organik (makhluk hidup). Contohnya terumbu karang. 

3. Batuan Malihan (Metamorf) 


Batuan Malihan adalah batuan yang telah mengalami perubahan, baik secara fisik maupun kimiawi, sehingga berbeda dari batuan induknya terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen. 

Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahannya batuan metamorf dapat dibagi menjadi 3 yaitu: 

a. Batuan metamorf kontak (metamorf termal): berubah karena pengaruh suhu tinggi. Suhu tinggi karena letaknya dekat magma, atau ada di sekitar batuan intrusi. Contohnya batolit, lakolit, sill. Pada zona ini banyak ditemukan mineral-mineral bahan galian yang letaknya relatif teratur, contohnya besi, timah, seng yang dihasilkan dari limestone dan calcareous shale. 

b. Batuan metamorf dinamo (metamorf kinetis): berubah karena tekanan yang tinggi, dalam waktu yang lama, dan dihasilkan proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen. Adanya tekanan dari arah berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. Contohnya batu lumpur menjadi batu tulis (slate). 

c. Batuan metamorf pneumatolitis kontak: berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. Contohnya kuarsa dan gas borium berubah menjadi turmalin, dengan gas florin menjadi topas (permata kuning). 

D. Perubahan Batuan Penyusun Litosfer 

Batuan penyusun kulit bumi atau litosfer dapat mengalami perubahan. Berdasarkan karakter perubahan yang terjadi, perubahan itu dapat dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut: 

a. Pelapukan 

Pelapukan dapat dibedakan menjadi pelapukan fisik dan kimiawi. Pelapukan kimiawi, yaitu pelapukan yang terjadi karena perubahan komposisi kimiawi; pelapukan ini menyebabkan batuan mengalami perubahan komposisi kimia; agen utama penyebab pelapukan tipe ini adalah air. Pelapukan fisik adalah pelapukan yang terjadi karena kerusakan fisik batuan seperti pecahnya batuan karena akar tumbuhan, atau pecahnya batuan karena perubahan temperatur; pelapukan ini menyebabkan batuan pecah menjadi fragmen-fragmen batuan yang lebih kecil. Proses pelapukan ini terjadi di permukaan bumi, dimana batuan (litosfer) mengalami kontak dengan atmosfer dan hidrosfer serta biosfer. 

b. Deformasi 

Yaitu perubahah fisik batuan karena pengaruh tekanan. Proses deformasi ini terjadi di bawah permukaan bumi yang melibatkan perlapisan batuan dan tubuh-tubuh batuan beku atau metamorf. 

c. Perubahan jenis batuan 

Menyebabkan suatu jenis batuan menjadi jenis batuan yang lain , seperti dari batuan beku menjadi batuan sedimen atau batuan, dari batuan sedimen menjadi batuan metamorf atau batuan beku, atau dari batuan metamorf menjadi batuan sedimen atau batuan beku. Pembicaraan tentang perubahan jenis batuan ini dilakukan ketika kita berbicara tentang petrologi. Di sini kita berbicara tentang siklus batuan. Proses perubahan jenis batuan ini terjadi di litosfer secara keseluruhan mulai dari permukaan bumi bahkan sampai mantel. Proses ini melibatkan seluruh agen geomorfologi, gerak-gerak tektonik, dan temperatur. 

E. Susunan Bumi 

Secara struktur bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. 


Gambar : Lapisan-Lapisan Bumi 

a. Kerak 

Merupakan lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Daratan terbentuk dari kerak benua yang terbentuk dari granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra yang sebagian terbentuk dari batuan basal. 

b. Selubung atau Mantel (Pyrosphere) 

Merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnya mencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C. Terdiri dari besi dan mineral SIMA. Density sekitar 3.5 SG. Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid, tapi tetap bisa melelehkan batuan. Lapisan mantle paling luar sekitar 200 km dinamai dengan asthenosphere. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Asthenosphere merupakan sumber dari aktivitas volkanik dan seismik (gempa). 



c. Inti 

Terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (core). Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi 


Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu: 

1. Lapisan sial (silisium alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35 km.Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu: 

a. Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granitdi bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua. 

b. Kerak samudra, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra. 

2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km. 


F. Teori Terbentuknya Kulit Bumi 

Kulit bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Hal ini telah menjadi bahan pemikiran para ahli untuk mengungkap proses perubahan dan perkembangan kulit bumi pada masa lalu, sekarang dan prediksi pada masa yang akan datang. Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut. 

1. Teori kontraksi (Contraction theory) 

Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Descrates (1596-1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran. Teori kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). 

2. Teori dua benua (Laurasia-Gondwana theory) 

Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi, sehingga akhirnya terpecah-pecah menjadi benua benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884. 

3. Teori pengapungan benua (Continental drift theory) 

Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju equator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut. 

4. Teori konveksi (Convection theory) 

Menurut teori konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz, menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya, sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. 

5. Teori lempeng tektonik (Plate Tectonic theory) 

Lapisan bagian atas bumi merupakan bagian yang tegar dan kaku berada pada suatu lapisan yang plastik atau cair. Hal ini mengakibatkan lapisan permukaaan bumi bagian atas menjadi tidak stabil dan selalu bergerak sesuai dengan gerakan yang berada di bawahnya. Keadaan inilah yang melatarbelakangi lahirnya teori Lempeng Tektonik. Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilso. Berdasarkan teori ini, kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer, Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi. Litosfer sebagai lapisan paling luar dari badan bumi, bagaikan kulit ari pada kulit manusia dan merupakan lapisan kerak bumi yang tipis. Prinsip teori tektonik lempeng adalah kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk tidak beraturan. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar), tetapi berukuran kecil pada arah vertikal (ketebalan).Lempeng ini terdiri atas lempeng benua (tebal sekitar 40 km) dan lempeng samudera (tebal sekitar 10 km). Kedua lempeng tersebut berada di atas lapisan astenosfer dengan kecepatan rata-rata 10 cm/tahun atau 100 km/10 juta tahun. Astenosfer merupakan suatu lapisan yang cair (kental) dan sangat panas. Panasnya cairan astenosfer senantiasa memberikan kekuatan besar dari dalam bumi untuk menggerakkan lempeng-lempeng secara tidak beraturan. Kekuatan ini dinamakan tenaga endogen yang telah menghasilkan berbagai bentuk di permukaan bumi. Di bumi ini litosfer terpecah-pecah menjadi sekitar 12 lempeng. 

G. Siklus Litosfer Bumi 

Siklus litosfer adalah : 

1: Magma 

(a): pendinginan, magma memadat 

2: batuan beku 

(b): perusakan batuan beku oleh tenaga eksogen, diangkut, dan diendapkan 

3: sedimen klastis (oleh curah hujan) 

(c1): larutan dalam air diendapkan 

4a: batuan sedimen kimiawi 

(c2): larutan dalam air diambil organisme 

4b: batuan sedimen organis 

(d): tingginya suhu dan tekanan serta waktu lama mengubah batuan sedimen 

5: batuan metamorf 

(e): jika keseimbangan suhu dan tekanan menurun mungkin mengubah batuan metamorf 

H. Proses Terjadinya Gunung 

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik,antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Tumbukan lempeng lautan dan benua menimbulkan deposit sedimen laut terhadap tepi lempeng benua. Tumbukan antara lempeng busur kepulauan dengan benua berakibat lempeng lautan menyusup ke lapisan asthenosfir dan batuan vulkanik dan sedimen menumpuk pada sisi benua sehingga terjadilah pegunungan Sierra Nevada di California pada zaman Mesozoic. Sedangkan tumbukan lempeng benua dengan benua merupakan proses pembentukan sistem pegunungan HimalayadanUral.Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis. 


I. Gunung dalam Al-Qurann 

Dalam Al Quran kita temukan kata ‘gunung’ sebanyak 49 kali. Diantaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang. Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu jauh lebih pendek dibanding panjangnya batang yang terhujam. 

Dalam surat An-Naba’ ayat 6-7 

أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا 

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا 

Artinya:” Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?” 

Surat An-Nahl ayat 15 

وَأَلْقَى فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُون 

Artinya:”dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. 

J. Bahaya Gunungapi 

Bahaya letusan gunungapi dapat berpengaruh secara langsung (primer) dan tidak langsung(sekunder) yang menjadi bencana bagi kehidupan manusia. Bahaya yang langsung oleh letusan gunungapi adalah : 

a) Leleran lava 

leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusak segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung dari kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauh jangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 8000-12000 C 

b) Aliran piroklastik (awan panas) 

Aliran piroklastik dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap erupsi plinian,letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah.Jatuhan piroklastik terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukup tinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapat menggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan. Lahar letusan terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas. 

c) Gas vulkanik beracun; 

Gas beracun umumnya muncul pada gunungapi aktif berupa CO, CO2,HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh. 

K. Jenis-Jenis Gunungapi 

Gunung Berapi dapat kita bagi atas tiga macam: 

Ø Gunung berapi perisai ( gunung berapi lava ). Jika yang keluar dari kawah gunung berapi itu hanya lava yang cair, maka selalu melelehlah ia dan tak dapat bertimbun- timbun menjadi tinggi. Maka terbetuklah gunung lava yang tidak tinggi dan lerengnya sangat landai hingga menyerupai perisai. Sedang bahan- bahannya disebut gunung berapi lava. Contoh di Hawai ( gunung Kilausea dan Mauna loa ). 

Ø Gunung Berapi Strato ( Stratum = Lapisan ). Selain lava yang cair, keluar pula bahan- bahan yang padat ( bom, lapilli, pasir, dan sebagainya ) dari kawah , maka makin lama terjadilah tibunan yang makin tinggi , yang terdiri dari lapisan- lapisan lava dan benda- benda padat . Hal ini terjadi gunung berapi berbentuk kerucut. Gunung- gunung berapi di Indonesia adalah gunung berapi berbentuk strato. Contoh merapi di Jawa Tengah, Kelud di Jawa Timur dan sebagainya. 

Ø Maar. Ada gunung berapi yang meletus sekali saja, dan sesudah itu segala peristiwa vulkanisme terhenti. Maka yang tinggal hanyalah kawahnya. Inilah yang disebut Maar. Biasanya dinding maar ini agak berbentuk lingkaran dan dasarnya agak rata. Ada maar yang berisi air hingga merupakan danau kecil, tetapi adapula yang kering. Jika dasar dindingnya tidak dapat menahan air, maar dapat kita pandang sebagai bentuk yang paling sederhana dari gunung berapi. Contoh Maar di Gunung Lamongan ( Jawa Timur ), di daerah pegunungan Eifel ( Jerman ), di daratan tinggi Auregne ( Prancis ). 

L. Tanda-Tanda Gunungapi akan Meletus 

Tanda- tanda akan meletusnya gunung berapi: 

Ø Terdengar suara gemuruh dari dalam tanah 

Ø Terjadi gempa ( tidak keras ) 

Ø Temperature tanah naik, mata air biasa menjadi panas, mungkin juga kering. Mata air panas menjadi lebih panas lagi. 

Ø Tumbuh- tumbuhan sekitar kawah menjadi mati 

Ø Binatang- binatang bergerak ke daerah yang lebih rendah 

M. Jenis-Jenis Erupsi 

Jenis Erupsi ada 2 yaitu: 

Ø Membangun: jika tekanan gas pada magma tidak tinggi dan letaknya juga tidak dalam maka letusannya pun tidak akan keras. Hal ini mengakibatkan bahan- bahan yang dimuntahkan gunung berapi itu akan bertimbun- timbun di sekitar kawahnya, hingga membentuk ( membangun ) suatu gunung. Contohnya gunung berapi perisai di Hawaii dan gunung- gunung berapi di Indonesia ( gunung merapi di Jawa Tengah tidak keras letusannya karena dapur magmanya tidak dalam dan tekanan gasnya tidak tinggi. 

Ø Merusak: Jika tekanan gas pada magma tidak tinggi dan letaknya itu sangat dalam, maka letusannya akan amat hebat. Dalam hal ini dinding kawah akan rusak dengan sangat dan bersama- sama bahan letusan, dinding kawah itupun terpecahlah jauh dan terbang kemana- mana. Bagian dinding kawah yang menjadi lebar dan curam itu runtuh ke dalam sehingga kawah itu tampak lebih luas lagi. Kawah yang sangat luas itu disebut Kaldera ( bahasa spanyol ). Contoh kaldera Gunung Krakatau. 

N. Faedah Gunungapi 

Faedah Gunungapi yaitu: 

Ø Abu gunung berapi sangat subur dan di Pulau jawa termasuk yang paling subur berkat abu yang berasal dari gunung- gunung berapi. 

Ø Karena gunung berapi tinggi menjulang ke atas, maka ia membantu menurunkan hujan. 

Ø Tanah dan hutan- hutan di lereng-lereng gunug berapi dapat menyimpan air hujan. Akibatnya terjadilah banyak mata- mata air yang sangat berguna untuk pengairan. 

Ø Kaki gunung berapi yang letaknya landai, baik sekali dijadikan sawah. 

BAB III 

PENUTUP 

Simpulan 

Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketabahan kurang lebih 1200 km. Lapisan bumi terdapat dalam Al-Quran surat Al-Mulk ayat 3 dan surat Ath-Thalaaq ayat 12. Litosfer tersusun dari tiga macam batuan yaitu Batuan Beku (Igneous Rock), Batuan Sedimen (Sedimentary Rock), Batuan Malihan (Metamorf). Batuan penyusun kulit bumi atau litosfer dapat mengalami perubahan yang disebabkan oleh: pelapukan,deformasi,perubahan jenis batuannya. 

Secara struktur bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Litosfer sebagai kulit bumi mempunyai 2 lapisan yaitu lapisan sial dan lapisan sima. Teori pembentukan litosfer itu sendiri didukung oelh teori teori yang antara lain teroi konstraksi,teori dua benua,teori pengapungan benua,teori konveksi dan teori lempeng tektonik. Litosfer sebagai kulit bumi mengalami siklusnya. 

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang gunung diantaranya terdapat dalam surat An-Naba ayat 6-7. Letusan yang diakibatkan gunung berapa sangat berpengaruh bagi kehidupan baik langsung maupun tidak langsung. Gunungapi dklasifikasikan menjadi:gunungapi maar,strato,dan perisai. Sedangkan erupsi gunung api sendiri bersifat membangun dan merusak. 











DAFTAR PUSTAKA 

Dirsdjosoemarto,Soendjojo.2001.Ilmu Pengetahuan bumi dan Antariksa. Jakarta : Universitas Terbuka. 

Tjasyono,Bayong.2009.Ilmu kebumian dan Antariksa.Bandung:Rosad. 







http://v3.neochemical.org 


Comments

Popular posts from this blog

Litosfer dalam Al-Quran

SKALAR DAN VEKTOR